Senin, 17 Mei 2021

Penerapan Manajemen Proyek Rekayasa Dalam Pembangunan RISHA di Wilayah NTT dan NTB

Perlu diketahui bawa Manajemen Proyek terdiri dari dua kata yaitu “manajemen” dan “proyek”. Menurut Husen (2009:2), manajemen adalah suatu ilmu pengetahuan tentang seni memimpin organisasi yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian terhadap sumber-sumber daya terbatas dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran yang efektif dan efisien. Manajemen proyek adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja biaya, mutu dan waktu serta keselamatan kerja (Husen 2009:4).

Dalam penerapan manajemen proyek rekayasa, terlebih dahulu kontraktor serta orang yang berkepentingan harus dapat memahami siklus dan tahapan dalam suatu proyek. Hal itu berguna untuk menggambarkan sebuah proyek yang  direncanakan, kemudian dapat mengontrol, serta mengawasi proyek  hingga tujuan akhir proyek tercapai. Terdapat 5 (lima) tahapan siklus hidup proyek, yaitu inisiasi, perencanaan, pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pengakhiran (Dimyati & Nurjaman, 2014:16-17).

 
 
Penyelesaian dari proyek pembangunan RISHA di wilayah NTT dan NTB dapat menerapkan siklus dari manajemen proyek rekayasa. Penjelasannya sebagai berikut:
- Tahap Inisiasi 
  Tahap inisiasi merupakan tahap awal dalam suatu proyek yang akan dilaksanakan dan telah                    disepakati sebelumnya. Pada tahap ini, suatu permasalahan akan diidentifikasi untuk dapat                      menemukan solusi yang tepat. Permasalahan yang diangkat adalah pembangunan RISHA                        (Rumah Instan Sederhana Sehat) untuk para korban banjir di wilayah NTT dan NTB. Untuk                  membangun RISHA pihak PUPR harus merelokasi rumah korban banjir dikarenakan pada saat ini          berada di jalur aliran sungai yang dipenuhi dengan bebatuan. Sehingga untuk membangun kembali        dilokasi tersebut akan sangat berisiko. Sudah ada dua alternatif untuk lokasi pembangunan RISHA,        namun perlu komukasi terhadap pemangku kepentingan di daerah tersebut.
 
- Tahap Perencanaan 
  Tahap perencanaan merupakan panduan dari aktivitas yang akan dilakukan selama pembangunan          RISHA. Adapun aktivitas yang terkait dalam tahap ini yaitu: membuat dokumentasi project plan,          resource plan, financial plan, risk plan, acceptance plan, communication plan, procurement plan,          contract supplier, dan perform phare review. Sebanyak 1000 unit RISHA akan dibangun dengan            rincian 700 unit RISHA di Lembata dan 300 unit RISHA di Adonara. Jumlah tersebut mungkin              dapat bertambah sesuai dengan laporan dari pihak Pemda dan masyarakat sekitar.
 
- Tahap Pra-Pelaksanaan
  Pada tahap ini membahas mengenai spesifikasi dan kriteria, penyusunan daftar kuantitas,                         pembuatan tafsiran buaya, penyusunan waktu pelaksanaan, dan pengadaan penyedia jasa                       konstruksi yang didasarkan pada desain yang telah dirancang. Dalam pembangunan RISHA                  menggunakan metode knock down yang sudah ada.
 
- Tahap Pelaksanaan
 Pada tahap ini dilakukan pembuatan komitmen untuk mempersiapkan pelaksanaan proyek di                   lapangan oleh pemimpin proyek/pejabat setempat mengenai deliverables atau tujuan proyek secara          fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan                      dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung dalam beberapa proses manajemen yang      perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir                proyek. Diperkirakan proyek ini akan selesai dalam kurun waktu 4 bulan.
 
- Tahap Pengakhiran
  Pada tahap akhir ini hasil akhir dari proyek RISHA (deliverables project) beserta dokumentasinya         diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan                   memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahwa kegiatan proyek telah             selesai dilaksanakan. Langkah akhir yang perlu dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan post               implementation review untuk mengetahui tingkat keberhasilan proyek dan mencatat setiap pelajaran      yang diperoleh selama kegiatan proyek berlangsung sebagai pelajaran untuk proyek-proyek dimasa       yang akan datang.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Referensi:
https://m.liputan6.com/bisnis/read/4529236/kementerian-pupr-butuh-4-bulan-bangun-1000-rumah-        bagi-korban-banjir-ntt-dan-ntb  
 
https://properti.kompas.com/read/2021/04/11/181718221/2000-rumah-risha-dibangun-di-ntt-dan-        ntb-pasca-bencana

Penerapan Manajemen Proyek Rekayasa Dalam Pembangunan RISHA di Wilayah NTT dan NTB

Perlu diketahui bawa Manajemen Proyek terdiri dari dua kata yaitu “ manajemen” dan “proyek ”. Menurut Husen (2009:2), manajemen adalah ...